Informasi Lowongan Kerja Bank dan BUMN
Temukan kami di Twitter #lokerupdate

Karena Corona, Apple Bantu China 50 Juta Yuan


Hi bro - Perusahaan Raksasa Apple menambah dua kali lipat donasinya untuk upaya negara China melawan COVID-19, menjadi lebih dari 50 juta yuan ($ 7 juta), CEO Tim Cook memposting di Weibo pada hari Rabu (1 April 2020), beberapa minggu setelah perusahaan iPhone ini mengatakan bahwa mereka telah membuka 42 tokonya di China.

Tim Cook juga mengatakan dalam sebuah posting di Twitter pekan lalu bahwa Apple menyumbangkan 10 juta masker untuk para profesional kesehatan di Amerika Serikat dan Eropa, yang bersumber dari jaringan pasokannya.

Persediaan dan sumbangan datang dari para eksekutif dan korporasi di seluruh dunia untuk melawan virus corona, yang telah menewaskan lebih dari 42.000 orang (Data Maret 2020) di seluruh dunia.

Selain Tim Cook, miiliarder China dan pendiri Alibaba, Jack Ma, telah menjanjikan sumbangan pasokan medis serupa termasuk masker dan peralatan pengujian, seperti halnya raksasa teknologi Cina lainnya seperti Baidu, Tencent, Huawei dan ByteDance, menurut laporan media China.


Apple telah menyumbangkan 20 juta yuan dari jumlah yang dijanjikannya melalui Yayasan - Yayasan Pengentasan Kemiskinan yang bermarkas di Beijing untuk mendukung enam rumah sakit di Hubei, termasuk rumah sakit darurat Leishenshan di Wuhan, kata Cook.

Apple akan menyumbangkan sisa uang untuk mendukung upaya pemulihan kesehatan masyarakat jangka panjang, katanya.

“Tiongkok telah menunjukkan semangat dan ketahanan yang luar biasa selama wabah COVID-19 dan kami berterima kasih kepada tim, mitra, dan pelanggan kami atas dukungan mereka selama masa-masa sulit ini,” kata Cook dalam sebuah pesan di Weibo yang setara dengan Twitter di China.

COVID-19 adalah nama penyakit pernapasan yang disebabkan oleh coronavirus. Apple memperingatkan bulan lalu bahwa tidak mungkin untuk memenuhi panduan penjualan kuartal Maret karena peningkatan pabrik Cina yang menghasilkan iPhone lebih lambat dari yang diharapkan setelah penutupan selama berminggu-minggu.

Virus mirip flu itu berasal di Cina tahun lalu dan sejak itu menyebar di 205 negara dan wilayah.  Secara global ia telah menginfeksi lebih dari 850.000 orang, menurut penghitungan Reuters (Maret 2020).


Apple Meluncurkan Situs dan Aplikasi untuk Cek Gejala Covid-19

Apple meluncurkan halaman dan aplikasi untuk mendeteksi gejala dini Covid-19. Melalui situs dan aplikasi tersebut, pengguna bisa memeriksa gejala-gejala kesehatan yang muncul pada tubuh. 

Situs deteksi dini Covid-19 bisa diakses oleh siapa saja secara global melalui alamat www.apple.com/covid19. Sementara untuk aplikasi Apple Covid-19, hanya akan tersedia untuk wilayah Amerika Serikat saja.

Menurut CEO Apple, Tim Cook, situs dan aplikasi tersebut dikembangkan atas kerja sama Apple dengan badan kesehatan setempat. Sehingga, informasi yang tersedia pada halaman dan aplikasi tersebut dapat dipercaya. 

"Agar Anda tetap mendapatkan informasi, memahami gejala dan mengambil langkah tepat untuk menjaga kesehatan, Apple membuat situs Covid-19 dan sebuah aplikasi di AS bekerja sama dengan CDC (Centers for Disease Control and Prevention)," tulis Tim Cook dalam unggahan Twitternya.

Tidak hanya CDC, dalam aplikasi ini, Apple juga berkolaborasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Federal (FEMA), dan Gedung Putih. Situs dan aplikasi ini juga memiliki sejumlah fitur.


Misalnya fitur screening, di mana pengakses bisa mencari tahu langkah apa yang harus diambil jika mengalami gejala mirip dengan Covid-19.

Pengguna yang mengakses situs atau menggunakan aplikasi Apple Covid-19 ini, akan dihadapkan pada sejumlah pertanyaan medis.

Pertanyaan tersebut meliputi usia, gejala atau kondisi tubuh yang tengah dirasakan, hingga riwayat perjalanan dalam 14 hari terakhir.

Setelah menjawab seluruh pertanyaan, akan muncul rekomendasi apakah harus melakukan isolasi mandiri atau melakukan tes Covid-19.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel