Hukum Bitcoin, Halal Atau Haram Nih? Semoga Artikel ini bisa membantu

Post a Comment

Hi bro - Apakah kamu pernah berpikir bitcoin (BTC) halal atau haram bagi seorang muslim?. Sampai detik ini, masih banyak muslim yang bingung mengenai hukum bitcoin. Di bawah ini ada beberapa penjelasan tentang halal atau haramnya bitcoin dari berbagai sumber, semoga bisa membantu.

Bersumber dari Tekno Liputan6.com yang mengutip tulisan Ketua Komisi Dakwah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat periode 2015-2020, KH Cholil Nafis, Selasa (16/1/2017).

Dalam tulisan yang dimuat di blog pribadinya, cholilnafis.com, pria kelahiran Sampang, Jawa Timur itu memaparkan, "Sebagian ulama mengatakan, Bitcoin sama dengan uang karena menjadi alat tukar yang diterima oleh masyarakat umum, standar nilai dan alat saving. Namun ulama lain menolaknya sebagai pengakuan masyarakat umum karena masih banyak negara yang menolaknya."

Jangankan di Indonesia, di luar negeri pun kehadiran Bitcoin masih memicu pro dan kontra. Mulai dari politikus, kalangan perbankan, pengusaha hingga petinggi perusahaan teknologi ternama dunia, ramai-ramai mengomentari Bitcoin.

KH Cholil Nafis yang merupakan anggota Dewan Syariah Nasional (DSN) periode 2015-2020 juga menukil definisi uang dari kitab Buhuts fi al-Iqtishad al-Islami.

"النقد هو كل وسيط للتبادل يلقي قبولا عاما مهما كان ذلك الوسيط وعلى أيّ حال يكون”

"Uang: segala sesuatu yang menjadi media pertukaran dan diterima secara umum, apa pun bentuk dan dalam kondisi seperti apa pun."

Kemudian mantan aktivis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) itu mengemukakan kutipan fatwa Dewan Syariah Nasional yang berbunyi, "Transaksi jual beli mata uang adalah boleh dengan ketentuan: tidak untuk spekulasi, ada kebutuhan, apabila transaksi dilakukan pada mata uang sejenis, nilainya harus sama dan tunai (attaqabudh). Jika berlainan jenis, harus dengan kurs yang berlaku saat transaksi dan tunai."

Dengan demikian, lanjut KH Cholil, kedudukan Bitcoin sebagai alat tukar menurut hukum Islam adalah boleh, tetapi dengan syarat harus ada serah terima (taqabudh) dan sama kuantitasnya jika jenisnya sama.

"Jika jenisnya berbeda, disyaratkan harus taqabudh secara hakiki atau hukmi; ada uang, ada Bitcoin yang bisa diserahterimakan," terang pria yang menyelesaikan pendidikan PhD di University of Malaya, Malaysia pada 2010 tersebut.

Cryptocurrency Menjadi Haram jika digunakan untuk sesuatu yang dilarang Islam.

Tergantung digunakan untuk apa, sebagai contoh adalah penggunaan mata uang digital USDT di situs dewasa p0rnhub. Situs web hiburan dewasa (P0rnhub) memutuskan untuk menambahkan cryptocurrency Tether (USDT) ke opsi pembayarannya, selain itu mata uang Tron’s juga terlibat untuk digunakan oleh p0rnhub.

Penambahan stablecoin populer telah diumumkan baru-baru ini, menjelaskan apa itu stablecoin dan Tether bagi pengguna yang belum mengetahuinya. Lebih lanjut, mengingat kemitraan Tron - Tether, kata situs tersebut, mereka sekarang dapat menawarkan opsi untuk menggunakan dompet cryptocurrency TRONLink untuk transaksi USDT. Situs ini menyediakan penjelasan langkah demi langkah tentang cara mengunduh dan mengatur dompet untuk mengirim dan menerima USDT.

"Karena keputusan PayPal untuk menghentikan pembayaran ke ribuan Model dua bulan lalu, kami dengan tergesa-gesa memulai tahun baru dengan catatan yang baik dan menawarkan lebih banyak opsi untuk membuat segalanya sedikit lebih mudah," kata P0rnhub.

Jelas ini haram, karena mata uang digital dipergunakan pada dunia ' Mantap - mantap'. Selain itu, bitcoin juga haram jika dipergunakan untuk hal - hal maksiat lain seperti jual - beli narkoba, atau digunakan untuk pembiayaan teroris.

Bitcoin Haram jika digunakan sebagai spekulasi?

Mengenai permasalahan Bitcoin sebagai aset untuk investasi, KH Cholil menekankan bahwa ini cenderung termasuk gharar, yaitu spekulasi yang dapat merugikan orang lain.

Pernyataan KH Cholil soal hukum Bitcoin ternilai Bitcoin yang jauh melampaui mata uang konvensional tidak hanya membuat Bitcoin sebagai mata uang kripto menarik perhatian masyarakat, tetapi juga sebagai aset untuk investasi.

"Keberadaannya tak ada aset pendukungnya, harga tak bisa dikontrol, dan keberadaannya tak ada yang menjamin secara resmi, sehingga kemungkinan besar banyak spekulasi ialah haram," tegas KH Cholil.

Dengan demikian, berdasarkan berbagai pertimbangan tersebut di atas, ia mengatakan hukum Bitcoin sebagai alat tukar adalah mubah (boleh) bagi mereka yang berkenan untuk menggunakan dan mengakuinya.

Namun hukum Bitcoin sebagai investasi menjadi haram karena nyatanya Bitcoin diperlakukan sebagai alat spekulasi, bukan untuk investasi, atau dengan kata lain, hanya menjadi alat permainan untung-rugi, bukan suatu bisnis yang menghasilkan.

Hasil Studi : Bitcoin Halal Sesuai Syariat Islam

Bersumber dari Detik.com, Sebuah hasil studi menyebutkan, Bitcoin sesuai syariat Islam. Hasil studi ini membuka potensi pasar Bitcoin lebih luas menjangkau 1,6 miliar Muslim di seluruh dunia. 

Studi yang dilakukan oleh Muhammad Abu-Bakar dari Blossom Finance di Indonesia, fokus meneliti apakah Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sesuai dengan definisi uang dalam syariat Islam. Hasil penelitian tersebut lantas mendongkrak nilai tukar Bitcoin hingga USD 1.000 dalam kurun satu jam saja setelah hasil studi dirilis. 

"Sejumlah fatwa yang dikeluarkan lembaga muslim ternama memberikan opini yang tidak lengkap dan kontradiktif terkait topik ini," kata CEO Blossom Finance Matthew Martin menyebut latar belakang dilakukannya studi tersebut oleh lembaganya. 

"Dengan semua kebingungan di luar sana, kami ingin menawarkan panduan jelas yang didukung oleh riset lengkap yang akan berguna baik bagi masyakat umum maupun para praktisi di bidang finansial syariah" sambungnya, seperti dikutip dari The Independent, Sabtu (14/4/2018). 

Penelitian ini juga merujuk pada fakta bahwa Bitcoin sudah diakui sebagai mata uang legal di Jerman, dan karenanya memenuhi syarat halal di negara tersebut. 

"Bitcoin diizinkan karena dinilai berharga dalam perdagangan global dan diterima sebagai pembayaran di berbagai merchant atau pedagang," tulis studi tersebut. 

Melalui situs dan akun Twitternya, Blossom Finance mempublikasikan hasil studinya ini agar bisa diakses publik.

Jangan lupa bagikan artikel ini :

Related Posts

Comments