Ticketmaster membawa teknologi blockchain ke perindustrian tiket

Hi bro - Berbicara di Elev8CON di Las Vegas pada 9 Desember, Sandy Khaund, wakil presiden Ticketmaster untuk produk blockchain, membahas nilai smart contract yang dapat dibawa ke perindustrian tiket, suatu pasar yang diperkirakan akan mencapai lebih dari $6,23 miliar pada tahun 2025.

Ticketmaster Entertainment, Inc. adalah perusahaan penjualan dan distribusi tiket Amerika yang berbasis di Beverly Hills, California dengan operasi di banyak negara di seluruh dunia. Pada tahun 2010 bergabung dengan Live Nation dengan nama Live Nation Entertainment ( NYSE :  LYV ).

Penjualan tiket perusahaan dipenuhi secara digital atau di dua pusat pemenuhan utamanya yang berlokasi di Charleston, Virginia Barat , dan Pharr, Texas untuk pasar primer dan sekunder. Klien Ticketmaster meliputi tempat, artis, dan promotor. Klien mengendalikan acara mereka dan menetapkan harga tiket, dan Ticketmaster menjual tiket yang disediakan klien untuk mereka.
Shandy Khaund memberikan gagasan bahwa penyedia tiket harus memberlakukan tiket seperti smart contract untuk menciptakan skalabilitas, berintegrasi tanpa batas dengan penyedia layanan lainnya, dan perpanjangan peluang pendapatan baru.

Shandy Khaund mengatakan, “Tujuan kami adalah mendukung 400 sampai 500 juta tiket menggunakan smart contract dan teknologi blockchain”.

Pada awal tahun ini, Ticketmaster mengumumkan telah menjual 73 juta tiket konser, hal ini mengalami kenaikan lebih dari 4 juta pada tahun tersebut. Menurut Shandy, Ticketmaster bertanggung jawab atas 475 juta tiket pertahunnya.

Karena jumlah tersebut terus meningkat, Shandy Khaund menjelaskan bahwa Ticketmaster hanya berfokus pada nilai bisnis yang dapat dibawa oleh blockchain dan memahami cara memperkenalkannya terhadap pelanggan.

Shandy Khaund mengatakan, “Kami ingin para fans mendapatkan nilai lebih dari tiket yang sudah mereka dapatkan, sambil memastikan bahwa tiket berada di tangan yang tepat. Blockchain adalah satu-satunya teknologi yang dapat melakukannya, dengan menggunakan smart contract untuk mendefinisikan secara digital ke industri tiket.”

Awalnya Ticketmaster mulai berfikir mengenai penerapan smart contract untuk tiket di tahun lalu. Ticketmaster juga telah merencanakan untuk menggunakan teknologi blockchain terbaru untuk men-digitalkan tiket ke dalam unit interaktif yang berfungsi melalui barcode yang dienkripsi untuk melindungi dan meningkatkan proses penjualan tiket.

Shandy Khaund mengatakan, “Ticketmaster memiliki teknologi yang berusia hampir 40 tahun, menggunakan smart contract pada jaringan blockchain tentu menciptakan sistem unik untuk Ticketmaster dengan menulis barisan kode untuk setiap tiket yang kami jual. Kami menjalankan ini melalui jaringan blockchain pribadi untuk memastikan privasi dan optimisasi seputar tiket.”

Belum ada Komentar untuk "Ticketmaster membawa teknologi blockchain ke perindustrian tiket"

Posting Komentar

- Karena banyaknya Komentar / pertanyaan yang masuk, maka admin melakukan moderasi terlebih dahulu. Mohon bersabar kalau komentar / pertanyaan anda belum dibalas :)

- Pertanyaan yang terlalu susah bisa jadi penyebab pertanyaan tidak dijawab, karena admin cuma Newbie :D

- Jangan nyebar SPAM, atau komentar yang mengandung SARA.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel