Coca - cola pakai blockchain, kerjasama dengan CONA

Post a Comment
Hi bro - Sebagai perusahaan minuman terbesar di dunia, Dapat dimengerti bahwa ini tugas yang sangat kompleks untuk mengelola sejumlah besar mitra, franchises dan produsen coca-cola di seluruh dunia.


Coke One North America (CONA) berharap untuk merubah hal ini dengan kemitraan baru yaitu perusahaan software Jerman SAP, yang menyediakan layanan blockchain untuk bisnis.

Mengizinkan Franchises untuk Berkomunikasi melalui Blockchain

Coca-cola bekerja dengan CONA untuk mengelola teknologi platform di balik bisnis franchises, melihat banyak pembuatan franchises, botol, dan mengirimkan sekitar 160,000 pesanan perhari. Saat ini CONA memungkinkan 12 franchises coca-cola terbesar yang diperlukan untuk beroperasi dengan lancar.

Menurut laporan Business Insider, pembotolan coca-cola sekarang akan dapat manfaat dari efisiensi yang ditawarkan oleh teknologi blockchain. Berpotensi mengarah pada peningkatan tingkat pesanan dan peningkatan bisnis antar franchises.

Ketika pembotolan ini kekurangan pasokan, CONA memungkinkan Franchises Coca-Cola yang berbeda untuk berkomunikasi satu sama lain untuk memastikan bahwa pesanan dapat dipenuhi dengan membeli kelebihan yang dibutuhkan dari pembotolan lain.

Sebelumnya, ini adalah tugas yang sulit karena jumlah perantara yang terlibat akan membuat proses menjadi lambat. Sebagai gantinya, sistem baru yang diaktifkan oleh blockchain CONA memungkinkan franchises coca-cola untuk mengidentifikasi apakah franchises lain dapat membantu memenuhi pesanan tanpa mengungkapkan informasi hak milik klien mereka dan jumlah pesanan.
Sistem ini juga akan membantu memastikan pembayaran antar franchises diproses lebih cepat.

Andrei Semenov, manajer senior di CONA mengatakan, “ada sejumlah transaksi yang bersifat cross-companies, dan multiparty yang tidak efisien. Mereka melewati perantara, dan kami merasa bahwa kami dapat meningkatkan ini dan menghemat keuangan. ”

Pertumbuhan Tren

Meskipun coca-cola salah satu perusahaan terbesar untuk mencoba menggunakan teknologi blockchain dalam supply chain, tampaknya tren semakin populer diantara household brands pada 2019.

Di tahun sebelumnya, saingan terbesar coca-cola yaitu PepsiCo, juga uji coba terhadap teknologi blockchain, yang dijuluki Project Proton. Dalam uji coba, PepsiCo bermitra dengan Zilliqa Research untuk menggunakan Smart contract untuk mengotomatiskan bagian dari programmatic ads supply chain, yang menghasilkan peningkatan efisiensi 28%.

Lima bulan lalu, BeInCrypto juga melaporkan bahwa Target pengecer terbesar kedelapan di AS telah meluncurkan inisiatif blockchain open-source baru yang dikenal sebagai 'ConsenSource' yang mendukung proyek Hyperledger Grid untuk meningkatkan interoperabilitas, efisiensi, dan keamanan supply chain.

Ini bukan pertama kalinya Coca-Cola uji coba teknologi blockchain. Pada bulan Maret 2018, perusahaan Coca-Cola bergabung dengan Departemen Luar Negeri A.S. untuk menguji penggunaan teknologi blockchain, untuk melawan penggunaan kerja paksa dalam supply chain. Sampai sekarang, hasilnya belum dipublikasikan.  

Jangan lupa bagikan artikel ini :

Related Posts

Comments