Sebar Malware 'Tambang' Koin, 2 pria Rumania Dipenjara di AS - BONBITCOIN BLOG

Tuesday, 23 April 2019

Sebar Malware 'Tambang' Koin, 2 pria Rumania Dipenjara di AS


CRYPTO - Hi bro, Departemen Kehakiman AS telah memvonis dua orang pria Rumania yang diduga sebagai penjahat cyber dengan menyebarkan 2 malware, yaitu malware untuk mencuri data dari kartu kredit dan malware untuk menambang cryptocurrency secara ilegal, berita ini sesuai dengan pengumuman dari situs web resmi Departemen Kehakiman Amerika Serikat.


Dilansir dari Cointelegraph, malware tersebut diduga disebarkan oleh tersangka yang digunakan untuk cryptojacking dan mencuri data kartu kredit dan data lain yang akan dijual tersangka di pasar darknet dan digunakan untuk terlibat dalam penipuan lelang online.

Malware sendiri adalah adalah perangkat lunak yang diciptakan untuk menyusup atau merusak sistem komputer, server atau jejaring komputer tanpa izin termaklum (informed consent) dari pemilik. Istilah ini lazim digunakan oleh pakar komputer untuk mengartikan berbagai macam aplikasi atau kode yang berniat jahat atau destruktif. (Wikipedia)

Sedangkan cryptojacking adalah kegiatan menambang coin digital (cryptocurrency) menggunakan perangkat  (komputer, smartphone) milik orang lain tanpa izin, biasanya malware jenis ini dipasang pada situs, blog atau website, bahkan aplikasi. Orang yang membuka situs yang sudah terpasang malware cryptojacking akan menambangkan coin untuk si pemilik situs melalui kekuatan perangkat yang digunakan.

Menurut laporan Departemen Kehakiman, tersangka Bogdan Nicolescu, 36, dan Radu Miclaus, 37, dihukum setelah menjalani persidangan selama 12 hari. Keduanya dijadwalkan akan dihukum pada 14 Agustus tahun ini di Distrik Utara Ohio.

Kegiatan itu diduga dilakukan sebagai “konspirasi kriminal” dari Bucharest, Rumania, oleh para tersangka yang telah disebutkan di atas. Malware untuk mencuri data kartu kredit ini dilaporkan dikembangkan pada tahun 2007 dan kemudian menyebar melalui email yang menyamar sebagai email sah seperti Western Union, Norton AntiVirus, dan Internal Revenue Service.

Seperti yang dijelaskan oleh pengumuman tersebut, penerima yang mengklik file terlampir di email semacam itu telah menginstal malware di perangkat mereka. Malware tersebut juga mengambil alamat email dari daftar kontak para korban. Komputer yang terinfeksi juga dilaporkan mendaftarkan lebih dari 100.000 akun AOL email yang digunakan untuk menyebarkan malware lebih lanjut dengan jutaan email yang dikirim ke alamat yang dicuri.

Virus ini juga mengarahkan lalu lintas ke situs web utama seperti Facebook, PayPal, eBay ke versi yang hampir sama untuk melakukan phishing agar mendapatkan kredensial akses. Laporan itu juga menetapkan bahwa kasus itu diselidiki bersama oleh Biro Investigasi Federal AS dan Kepolisian Nasional Rumania.

No comments:

Post a Comment

- Karena banyaknya Komentar / pertanyaan yang masuk, maka admin melakukan moderasi terlebih dahulu. Mohon bersabar kalau komentar / pertanyaan anda belum dibalas :)

- Pertanyaan yang terlalu susah bisa jadi penyebab pertanyaan tidak dijawab, karena admin cuma Newbie :D

- Jangan nyebar SPAM, atau komentar yang mengandung SARA.
.