Wah, Korea Utara Mendapatkan 670 Juta Dollar dalam Crypto Dan Fiat Melalui Peretasan? Lazarus Kah? - BONBITCOIN BLOG

Cryptocurrency & Teknologi

Tuesday, 9 April 2019

Wah, Korea Utara Mendapatkan 670 Juta Dollar dalam Crypto Dan Fiat Melalui Peretasan? Lazarus Kah?


Crypto - Hi bro, Korea Utara dilaporkan telah mengumpulkan $ 670 juta dalam bentuk fiat dan cryptocurrency dengan melakukan serangan peretasan, hal ini berdasarkan laporan keuangan yang berfokus pada Asia, Nikkei Asian Review. Tak tanggung - tanggung, Dewan Keamanan PBB (U.N. Security Council) yang menjadi sumber dari laporan ini. 


Sumber : asia.nikkei.com

Menurut Wikipedia, Dewan Keamanan PBB (U.N. Security Council) adalah salah satu dari enam badan utama Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Piagam PBB memberikan mandat kepada Dewan Keamanan untuk menjaga perdamaian dan keamanan internasional. Piagam PBB juga memberikan kewenangan kepada Dewan Kemanan untuk:

1. menginvestigasi situasi apapun yang mengancam perdamaian dunia;
2. merekomendasikan prosedur penyelesaian sengketa secara damai;
3. meminta seluruh negara anggota PBB untuk memutuskan hubungan ekonomi, serta laut, udara, pos, komunikasi radio, atau hubungan diplomatic;
4. melaksanakan keputusan Dewan Keamanan secara militer, atau dengan cara-cara lainnya.

Menurut dokumen yang diperoleh Nikkei, para peretas menyerang lembaga keuangan luar negeri dari tahun 2015 hingga tahun 2018 dan konon menggunakan teknologi blockchain untuk menutupi jejak mereka. Blockchain adalah teknologi tanpa pusat (terdesentralisasi), berupa sebuah buku besar terdistribusi (distributed ledger) terbuka yang dapat mencatat transaksi antara dua pihak secara efisien dan dengan cara yang dapat diverifikasi dan permanen. Blockchain terkenal sebagai teknologi yang mendasari mata uang digital (cryptocurrency) seperti bitcoin.

Laporan itu menyatakan bahwa serangan itu diduga dilakukan oleh organisasi khusus di dalam militer Korea Utara, yang merupakan bagian dari kebijakan pemerintah negara itu. Para ahli percaya bahwa organisasi itu bertanggung jawab untuk meretas Interpark, situs e-commerce Korea Selatan, dan memberikan $ 2,7 juta sebagai imbalan atas data yang dicuri.

Menurut Nikkei, para ahli sampai pada kesimpulan bahwa mata uang virtual membantu Korea Utara untuk menghindari sanksi ekonomi karena mereka lebih sulit untuk dilacak. Seperti yang dilaporkan sebelumnya, pada tahun 2018 sebuah penelitian mengungkapkan bahwa kelompok peretas “Lazarus”, dilaporkan didanai oleh Korea Utara, telah mencuri $ 571 juta dari pertukaran cryptocurrency sejak awal tahun 2017. Dari empat belas pelanggaran pertukaran yang telah dianalisis, lima diantaranya telah dikaitkan dengan “Lazarus”.

Lazarus Group adalah kelompok kejahatan dunia maya yang terdiri dari jumlah individu yang tidak diketahui. Meskipun tidak banyak yang diketahui tentang Grup Lazarus, para peneliti telah menghubungkan banyak serangan dunia maya dengan mereka selama dekade terakhir.

Sementara itu, negara-negara lain seperti Iran dan Venezuela, juga telah diberitakan melihat cryptocurrency sebagai cara yang efektif untuk menghindari pembatasan keuangan. Sebagai contoh, empat bank Iran dilaporkan mengembangkan cryptocurrency yang didukung emas yang disebut PayMon, dan negara tersebut diduga sedang bernegosiasi dengan Swiss, Afrika Selatan, Prancis, Inggris, Rusia, Austria, Jerman dan Bosnia untuk melakukan transaksi keuangan dalam cryptocurrency.

No comments:

Post a Comment

- Karena banyaknya Komentar / pertanyaan yang masuk, maka admin melakukan moderasi terlebih dahulu. Mohon bersabar kalau komentar / pertanyaan anda belum dibalas :)

- Pertanyaan yang terlalu susah bisa jadi penyebab pertanyaan tidak dijawab, karena admin cuma Newbie :D

- Jangan nyebar SPAM, atau komentar yang mengandung SARA.
.