Blockchain Buat Kopi? India Menggunakan Blockchain untuk Meningkatkan Rantai Pasokan Kopi - BONBITCOIN BLOG

Cryptocurrency & Teknologi

Saturday, 30 March 2019

Blockchain Buat Kopi? India Menggunakan Blockchain untuk Meningkatkan Rantai Pasokan Kopi

CRYPTO - Perusahaan Kopi di India, Coffee Board of India, telah meluncurkan e-marketplace percontohan berbasis blockchain untuk mengintegrasikan petani kopi dengan pasar. Perkembangan ini diumumkan langsung oleh Kementerian Perdagangan dan Industri India (MCI).


Blockchain adalah teknologi tanpa pusat (terdesentralisasi), berupa sebuah buku besar terdistribusi (distributed ledger) terbuka yang dapat mencatat transaksi antara dua pihak secara efisien dan dengan cara yang dapat diverifikasi dan permanen. Blockchain terkenal sebagai teknologi yang mendasari mata uang digital (cryptocurrency) seperti bitcoin.

Dilansir dari Cointelegraph, The Coffee Board, sebuah organisasi yang didukung oleh MCI untuk mempromosikan produksi kopi di India, telah meluncurkan e-marketplace untuk para produsen kopi guna mengurangi jumlah perantara antara petani dan pembeli kopi.

Produk ini dilaporkan akan dikirimkan dalam bentuk aplikasi dan bertujuan untuk meningkatkan transparansi dan keterlacakan kopi yang diproduksi di India “dari kacang ke cangkir.” Untuk melaksanakan proyek ini, Dewan Kopi bekerja sama dengan M/s Eka Plus, komoditas digital platform manajemen untuk pertanian.

Menurut publikasi dari Business Line, aplikasi ini pada awalnya akan diluncurkan dalam fase percontohan dengan jumlah petani terbatas selama empat hingga lima bulan ke depan. Jika tes terbukti berhasil, tes ini akan diperluas ke semua petani di negara ini. Ada lebih dari 350.000 petani kopi di India, menurut Business Line.

Blockchain telah secara aktif diadopsi oleh produsen makanan di seluruh dunia dalam upaya untuk membawa efisiensi lebih ke rantai pasokan mereka. Baru-baru ini, Dewan Daging Babi Nasional Amerika Serikat bermitra dengan startup ripe.io untuk menguji platform blockchain untuk rantai pasokan daging babi. Platform baru ini dikabarkan akan memungkinkan Dewan untuk memantau dan mengevaluasi praktik keberlanjutan, standar keamanan pangan, kesehatan ternak, dan perlindungan lingkungan.

Pada bulan Februari, Presiden Prancis Emmanuel Macron menganjurkan penggunaan blockchain untuk berinovasi manajemen rantai pasokan di pertanian Eropa. Blockchain dapat membawa transparansi ke produksi dan distribusi pertanian untuk meredakan kekhawatiran konsumen tentang asal dan keberlanjutan produk, kata Macron.

No comments:

Post a Comment

- Karena banyaknya Komentar / pertanyaan yang masuk, maka admin melakukan moderasi terlebih dahulu. Mohon bersabar kalau komentar / pertanyaan anda belum dibalas :)

- Pertanyaan yang terlalu susah bisa jadi penyebab pertanyaan tidak dijawab, karena admin cuma Newbie :D

- Jangan nyebar SPAM, atau komentar yang mengandung SARA.
.