ATM Bitcoin Masih Booming? Inilah jawaban dari Para Operatornya. - BONBITCOIN BLOG

Monday, 28 January 2019

ATM Bitcoin Masih Booming? Inilah jawaban dari Para Operatornya.


Crypto - Hi bro, ATM Bitcoin beberapa tahun lalu sangat booming, namun seiring berjalannya waktu, pemberitaan tentang ATM Bitcoin sudah meredup. Dibalik berkurangnya pemberitaan soal ATM bitcoin, pada kenyataannya jumlahnya semakin bertambah !

Matias Goldenhörn, direktur operasional Amerika Latin pada perusahaan operator ATM Athena Bitcoin, mengatakan kepada CoinDesk bahwa ATM bitcoin “menjadi alternatif nyata bagi bank” untuk beragam pengguna di pasar yang sedang berkembang.

Untuk lokasi ATM bitcoin di seluruh dunia bisa di cek melalui https://coinatmradar.com   

"Mesin-mesin (ATM) telah terbukti tahan terhadap fluktuasi harga," katanya.

Diperkirakan sekarang (2019) ada 4.213 mesin ATM cryptocurrency yang digunakan di seluruh dunia, yang sebagian besar menawarkan penggunaan bitcoin, cukup meningkat karena hanya ada sekitar 471 mesin ATM crypto di seluruh dunia pada Januari tahun 2015. 

Sekarang beberapa mesin ini juga menyertakan dukungan untuk beragam aset digital, mereka menawarkan saluran untuk berpartisipasi dalam pasar cryptocurrency yang lebih luas, tidak hanya mengandalkan pertukaran berbasis web.

Jorge Farias, CEO dari startup Cryptobuyer yang berbasis di Panama, mengatakan kepada CoinDesk bahwa permintaan ATM bitcoin untuk mendukung cryptocurrency seperti dash dan flash sebagian besar ada di Amerika Latin seperti Venezuela.

Itulah sebabnya Farias bersiap untuk membuka ATM bitcoin pertama Venezuela di Caracas pada awal Februari, yang akan mencakup dukungan untuk cryptocurrency lainnya juga. Mesin sebenarnya sudah bisa beroperasi sejak lama. Tetapi Farias mengatakan untuk alasan keamanan, belum bisa diluncurkan karena permintaan bitcoin yang terlalu besar, Farias sengaja menunggu permintaan berkurang.

Moe Adham, salah satu pendiri perusahaan pengecer ATM crypto, BitAccess, mengatakan kepada CoinDesk bahwa mesin multi-aset semacam itu mampu secara instant untuk melakukam konversi mata uang digital.

"Jika Anda mendapatkan cryptocurrency lain melalui salah satu jaringan yang didesentralisasi ini, Anda dapat mencairkannya," kata Adham kepada CoinDesk, dia menambahkan:

“Kami dapat menyediakan akses ke crypto yang berbeda dengan bitcoin sebagai lapisan penyelesaian. "

Kombinasi permintaan pasar dan kemampuan teknis baru ini telah memungkinkan mesin ATM menjadi industri yang lebih luas, menjadi sektor di mana penggunaan dan keuntungan benar-benar tumbuh.

Permintaan yang didorong oleh inflasi

Athena Bitcoin

Meskipun mayoritas ATM bitcoin saat ini berada di Amerika Utara, permintaan dari pasar Amerika Latin tumbuh dengan sangat cepat.

Menurut Goldenhörn, Athena Bitcoin mendapat laba bersih $ 3 juta pada tahun 2018, setelah memasang 25 mesin baru di Amerika Latin, sebagian di Venezuela, Kolombia dan Argentina. Mereka memiliki kesadaran tentang bagaimana orang yang tidak memiliki rekening bank masih dapat menggunakan mesin ATM bitcoin.

"Di AS, klien kami sebagian besar menggunakan mesin kami untuk membeli bitcoin," kata Goldenhörn. "Di Kolombia misalnya, sebaliknya, orang menggunakan ATM untuk menarik uang tunai."

Beberapa dari mesin ini berlokasi di Amerika Latin , tepatnya di dalam Walmart Superstores. Jika Athena Bitcoin mampu mengumpulkan laba senilai $ 7 juta, maka Goldenhörn mengatakan rencananya adalah untuk menyebarkan hingga 150 ATM bitcoin baru di seluruh Amerika Latin pada tahun 2019.

Cryptobuyer

Di sisi lain, ketika tingkat inflasi di Argentina naik di atas 46 persen pada tahun 2018, belum lagi krisis ekonomi Venezuela yang mengejutkan, Farias kemudian menaikkan jumlah target yang dia rahasiakan.

Pada tahun 2019, Cryptobuyer berencana untuk membuka 10 ATM lagi di Argentina, 10 di Meksiko dan 10 di Venezuela, karena Farias mengatakan inflasi mendorong permintaan untuk akses bitcoin di antara komunitas lokal yang tidak memiliki rekening bank.

"Fokus saat ini adalah di Meksiko dan Argentina, yang memiliki populasi imigran besar dari Venezuela," kata Farias. “Wanita berusia 65 tahun datang ke salah satu lokasi kami (Panama) suatu hari dengan selembar kertas, kode QR dicetak, dan dia berkata untuk menggunakannya, putranya di Venezuela berkata dengan kertas ini saya dapat mengiriminya uang.”

Untuk jumlah transaksi kecil, metodologi pengiriman uang ini tampaknya bebas dari luang lingkup peraturan pengiriman uang di Panama. Namun, Farias mengakui timnya sering berhubungan dengan regulator lokal karena peraturan bisa berubah dalam waktu dekat.

"Mereka mengizinkan kami bekerja karena tidak ada peraturan khusus saat ini, jadi kami selalu mencari peraturan baru," katanya.

BitAccess

Sementara itu, BitAccess akan segera meluncurkan opsi dukungan hingga 70 token di seluruh lini produknya.

Salah satu pendiri BitAccess, Adham mengatakan kepada CoinDesk bahwa bitcoin, ethereum, litecoin, dan tron ​​memiliki permintaan terbesar dari operator dan pengguna. Dia juga menambahkan bahwa 2018 adalah pertama kalinya perusahaannya (awalnya didirikan pada tahun 2014) memperhatikan penggunaan ATM terlepas dari volatilitas pasar bitcoin.

"Harga menurun tetapi permintaan meningkat dari bulan ke bulan," kata Adham.

Misalnya, permintaan dan penggunaan yang terkait dengan mesin BitAccess tumbuh lebih dari 9 persen pada November 2018, meskipun harga pasar bitcoin merosot di bawah $ 6.000. 242 mesin BitAccess sebagian besar berlokasi di Amerika Utara dan Eropa, dengan empat mesin yang berlokasi di Vietnam.

Selain 3 perusahaan di atas, terdapat Lamassu yang juga memperhatikan permintaan di Asia, Timur Tengah, dan Amerika Latin.

"Singapura juga sangat populer dengan kami, juga Malaysia," kata CEO Lamassu Zach Harvey kepada CoinDesk. "Israel juga, kami mungkin hanya memiliki satu ATM bitcoin hingga 2018. Tapi sekarang kami memiliki 20 mesin di Israel."

Dan ternyata, menurut coinatmradar.com  ATM Bitcoin yang ada di Bali, Indonesia adalah dari Lamassu.



Tantangan kepatuhan

Tetapi karena semakin banyak orang menggunakan bitcoin ATM untuk mengkonversi uang tunai dan bertransaksi lintas batas, bisa menimbulkan benturan dengan otoritas suatu negara. Jadi tetap diperlukan 'izin' dari pemerintah setempat agar kelak tidak menimbulkan masalah jika ATM bitcoin sudah sangat banyak.

Oktober lalu, polisi India menangkap salah satu pendiri pertukaran India Unocoin setelah perusahaan membuka ATM cryptocurrency multi-aset di Bangalore. Salah satu pendiri Unocoin, Sathvik Vishwanath, akhirnya dibebaskan karena tidak melanggar hukum tertentu. Dia mengatakan kepada CoinDesk bahwa polisi menyita mesin itu karena tidak jelas apakah operator mesin ATM bitcoin memerlukan lisensi.

No comments:

Post a Comment

- Karena banyaknya Komentar / pertanyaan yang masuk, maka admin melakukan moderasi terlebih dahulu. Mohon bersabar kalau komentar / pertanyaan anda belum dibalas :)

- Pertanyaan yang terlalu susah bisa jadi penyebab pertanyaan tidak dijawab, karena admin cuma Newbie :D

- Jangan nyebar SPAM, atau komentar yang mengandung SARA.
.