Stellar Telah Menjadi Blockchain 'HALAL' Untuk Asset Pembayaran dan Tokenisasi - BONBITCOIN BLOG

Breaking

Informasi Crytocurrency,
Teknologi 
dan Suka - suka.

3 Terbaru

ARTIKEL BARU LAINNYA >>

Kamis, 02 Agustus 2018

Stellar Telah Menjadi Blockchain 'HALAL' Untuk Asset Pembayaran dan Tokenisasi



Crypto - Hi bro, selama ini mata uang digital (Cryptocurrency) memang menuai pro dan kontra bagi umat muslim soal 'Halal atau tidak' jika digunakan sebagai alat pembayaran serta investasi. Bulan lalu Stellar Lumens telah mendapatkan 'label' Halal oleh SRB (The Shariah Review Bureau). Bagi sobat yang mau membeli Stellar, bisa membelinya di Indodax dengan rupiah.



Dilansir dari halaman Cointelegraph (17 Juli 2018 ) Platform blockchain open-source untuk pembayaran terdistribusi dan pembuat mata uang digital Stellar Lumens (XLM) memperoleh sertifikat halal dari Bahrain. Stellar menjadi protokol distributed ledger pertama yang memenuhi kepatuhan syariah dalam bidang transfer mata uang digital dan tokenisasi aset.

SRB (The Shariah Review Bureau), lembaga penasihat keuangan syariah internasional terkemuka yang dilisensikan oleh Bank Sentral Bahrain, telah memeriksa kemampuan dan aplikasi dari Stellar. SRB merilis panduan yang mengizinkan pemanfaatan teknologi Stellar di lembaga keuangan Islam.





Dengan memperoleh sertifikasi halal ini Stellar dapat meningkatkan ekosistemnya di bidang jasa keuangan yang membutuhkan kepatuhan dengan prinsip-prinsip pembiayaan Islam. Langkah ini akan memungkinkan lembaga keuangan yang berlokasi di Dewan Kerjasama Teluk (Gulf Cooperation Council) dan beberapa bagian Asia Tenggara menerapkan teknologi Stellar dalam penawaran produk dan layanan berbasis syariah.

Sementara Stellar menyebut dirinya adalah 'yang pertama' sebagai protokol blockchain yang sesuai syariah di bidang transfer uang, di sisi lain cryptocurrency Noorcoin juga telah disertifikasi halal oleh World Sharia Advisory Committee pada bulan Maret 2018 dan menyebut dirinya token utilitas pertama yang sesuai syariah.

Pada bulan April 2018, Bitcoin (BTC) diakui secara umum sesuai hukum syariah, berdasarkan laporan yang dirilis oleh penasihat syariah internal startup Fintech Blossom Finance. Penulis laporan, Muhammad Abu Bakar, menyatakan bahwa meskipun dia menilai mata uang digital menjadi halal (diizinkan), dia memberi peringatan pedagang tidak boleh membeli mata uang digital itu untuk tujuan investasi.


Bulan Juni 2018, lab blockchain Korea Selatan IncuBlock menandatangani MoU (kesepahaman bersama) dengan komite penasihat pemerintah Malaysia untuk pengembangan teknologi blockchain yang diizinkan berdasarkan hukum syariah. Mereka akan bekerja sama pada pengembangan platform blockchain dan aplikasi terdesentralisasi (DApp) yang akan memenuhi “persyaratan sosial” untuk dianggap halal oleh Komisi Syariah.
04/08/18 : BTC-IDR-MPSDMLWY-X97WDUX8-GGBHOT6P-YNYVAKJV-CQDHHGNK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

- Karena banyaknya Komentar / pertanyaan yang masuk, maka admin melakukan moderasi terlebih dahulu. Mohon bersabar kalau komentar / pertanyaan anda belum dibalas :)

- Pertanyaan yang terlalu susah bisa jadi penyebab pertanyaan tidak dijawab, karena admin cuma Newbie :D

- Jangan nyebar SPAM, atau komentar yang mengandung SARA.
.