MESSENGGER KOREA SELATAN KAKAOTALK DIKABARKAN MELUNCURKAN ANAK PERUSAHAAN BERBASIS BLOCKCHAIN - BONBITCOIN BLOG

Breaking

Informasi Crytocurrency,
Teknologi 
dan Suka - suka.

3 Terbaru

ARTIKEL BARU LAINNYA >>

Selasa, 06 Maret 2018

MESSENGGER KOREA SELATAN KAKAOTALK DIKABARKAN MELUNCURKAN ANAK PERUSAHAAN BERBASIS BLOCKCHAIN


Hi bro, kembali lagi admin mau berbagi tentang kemajuan di dunia cryptocurrency, kali ini datang dari operator obrolan yang berasal dari Korea Selatan, KakaoTalk. Penyedia layanan aplikasi pesan Korea Selatan ini dikabarkan akan mendirikan anak perusahaan berbasis teknologi Blockchain (teknologi yang digunakan oleh mata uang digital atau crypto) yang bernama "Kakao Blockchain" dan sedang mempertimbangkan untuk meluncurkan Initial Coin Offering (ICO), Huffington Post Korea melaporkan pada 5 Maret 2018.


Seperti yang dilasir dari cointelegraph, Jae-sun Han, partner dan Chief Development Officer startup teknologi Future Play, akan menjadi wakil dari organisasi baru tersebut. Rencananya anak perusahaan yang bernama Kakao Blockchain ini akan diperkenalkan pada 20 Maret, sesuai dengan yang diberitakan oleh Huffington Post.

Saat ini merupakan hal yang ilegal untuk menjalankan ICO yang berbasis di Korea Selatan, Huffington Post Korea menulis bahwa ICO untuk Kakao akan berlokasi di luar negeri, kemungkinan besar di Singapura atau Hong Kong. Kemungkinan "Kakao Coin" kemudian dapat digunakan sebagai mata uang pada berbagai aplikasi yang disediakan Kakao, seperti KakaoTalk, Kakao Driver, dan Kakao Games.

Kontributor cointelegraph Joseph Young pada 5 Maret 2018 melalui akun twitternya mengatakan bahwa KakaoTalk dan KakaoPay yang merupakan layanan pembayaran mobile mereka, memiliki "penetrasi 90% di pasar pesan dan pasar fintech di Korea Selatan".



Desas-desus tentang larangan crypto di seluruh Korea menyebabkan pasar crypto turun tajam pada Januari 2018. Sejak saat itu, pemerintah telah mengklarifikasi bahwa tidak ada larangan crypto yang telah direncanakan.



Bulan lalu, aplikasi pesan populer Telegram, yang terdaftar di British Virgin Islands, melaporkan bahwa mereka telah mengumpulkan $ 850 juta dari 81 investor, padahal ini baru pra-penjualan dan merupakan ICO tertutup. 

Bagi investor yang berbasis di AS, Telegram mengajukan pembebasan dengan Securities and Exchange Commission (SEC), sehingga token mereka tidak harus terdaftar sebagai sekuritas, dan hanya investor terakreditasi yang dapat berkontribusi.